Jumat, 05 Juni 2015

Tak Kemal Maka Tak Sayang

Judul: Tak Kemal Maka Tak Sayang
Penulis: Kemal Palevi
No ISBN: 9786022201151
Tahun Terbit: Oktober 2013
Jumlah Halaman: 178 halaman
Rating: ☆☆
Jenis: paperback
Penerbit: Bukuné

Sinposis:
Meskipun gue anak asli Indonesia, banyak yang nyangka kalo gue keturunan Arab. Semuanya berawal dari proses persalinan. Waktu itu, dokter yang menangani Nyokap adalah seorang ustadz yang sangat fasih membaca kitab suci.
*di ruang persalinan*

Nyokap: Lah, Dokter, kok anak saya seperti Arab?
Dokter: Kadit uhat ayas, Ub. Ipat, agomes aja kana ini awab hekreb.
Nyokap ngomong ke perawat: Ini dari tadi ngomong apa, sih, Mbak? Saya nggak ngerti.
Perawat: Oh…, dokter saya terlalu fasih baca kitab suci, Bu. Jadi, ngomongnya kayak baca huruf Arab, dari kanan ke kiri.
Nyokap: … Ho…. ngalib ngod irad idat.
Gue: Oeeeekkk… oekkkkkkk…! Keooooooo… kkkeeeeooo…!!!

Begitulah awal kisahnya.


Kemal boleh jadi pemuda ganteng biasa, tapi jalan pikirannya yang nggak bisa ditebak bikin dia aneh bin ajaib. Dengan bekal itu, Kemal berhasil menggondol piala juara 3 SUCI (Stand-up Comedy Indonesia) season 2…, langsung dari lemari penyimpanannya. -__-

Dalam dunia absurd Kemal, apa aja bisa jadi lucu dan konyol. Proses kelahiran dengan jampi-jampi Arab, silsilah keluarganya yang kusut, komunikasi pacaran pake merpati pos, sampe problem pemerintahan yang menurutnya bisa diselesaikan dengan bantuan Doraemon.

Yok, kita intip apa aja isinya! Karena seperti kata pepatah 'Tak Kemal, Maka Tak Sayang'.



Sejujurnya, aku tidak begitu suka baca buku comedy. Bukannya apa, aku ini sepetinya gak punya sense humor yang bagus dan takutnya malah menjatuhkan buku “yang katanya bisa bikin ngakak”. Yang katanya lucu dan bisa bikin gelundungan pas baca, ternyata jatuhnya di aku malah biasa aja dan tetap saja pasang wajah poker face sampai buku selesai dibaca.

Tapi karena beli buku ini hanya untuk menggepaskan kuota belanja, dimana kalo aku sama mbakku suka belanja buku bulanan bisa sampai 400 ribu, jadi gak terlalu menaruk ekspetasi terlalu tinggi. Justru yang menaruk ekspetasi tinggi itu mbakku walau akhirnya dia harus menelan pil kekecewaan karena ekspetasinya tidak kesampaian.

Buku ini menceritakan kisah Kemal Palevi, dari teori absurdnya kenapa dirinya muka arab padahal kedua orang tuanya Indonesia tulen, hari-harinya semasa SD hingga SMA di Samarinda eh bang, dekat dong sama tempat tinggaku sekarang, Balikpapan :p yang menurutku lumayan oke untuk dibaca. Selain itu ada tips (absurd) cara pedekate dan pacaran, review film (dengan gaya absurd) versi Kemal yang wajib di tonton oleh kita, zodiac hingga pendapat Kemal tentang Jakarta.

Kadang gue ngerasa, rasa malu di antara kita udah jadi barang langka. Gimana nggak? Ada orang yang nyoba jadi presiden di Indonesia ini dengan cara “sumpah pocong”.mungkin rencananya adalah membuat produk lokal kita terkenal (termasuk hantu pocong). Hebat..., TAPI, KAN, NGGAK GITU JUGA CARANYAAAA.... —hlm 165

Buku ini selesai dibaca dalam waktu kurang dari dua jam. Ilustrasinya menurutku bagus, Cuma penataanya yang mungkin harus dibetulin lagi karena ada beberapa ilustrasi yang menurutku tidak berada pada tempatnya. Dan buku ini menurutku seharusnya tidak perlu ada bab khusus zodiak karena menurutku gak nyambung banget dengan personal literature yang dalam hal ini yang dibahas adalah Kemal Palevi (kecuali si abang ini ternyata memang sedang belajar ilmu astrologi buat jadi peramal beken jika sudah gak jadi comic lagi).

Meskipun aku hanya memberikan rating dua bintang karena tujuan membeli buku ini biar bisa memanusiakan diri ini agar bisa ketawa lepas namun buku ini bisa menjadi bacaan ringan jika kalian memiliki waktu yang sedikit untuk membaca karena kesibukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku