Kamis, 24 Desember 2015

{Blog Tour Meet Lame} Interview with Christian Simamora


Halo semuanya. Sebelumnya maafkan aku yang selama hampir sebulan ini tidak update blog ini dengan satu dan hal lainnya. Tapi seperti janjiku di bulan lalu, bulan Desember pasti ada giveaway di adakan di blog ini. Dan dalam rangka rangkaian giveaway ini, maka aku bakalan mewawancarai penulis Meet Lame.

Yap benar sekali saudara-saudara, aku mewawancarai CHRISTIAN SIMAMORA! *tebar confetti*

Dan sedikit informasi, Meet Lame ini tidak termasuk dalam seri #jboyfriend ataupun #vimanasingle yang artinya buku ini berdiri sendiri. Sama seperti para host blogger lainnya, aku bakalan menampilkan profil singkat tentang penulisnya ^^


TENTANG PENULIS


Christian Simamora a.k.a bang Ino
Penulis berzodiak Gemini, kelahiran 9 Juni 1983. Book hoarder yang menyukai animal print. Kalau tidak sedang menulis, dia menghabiskan waktu senggang dengan membaca, browsing, atau menonton serial televisi kesukaan.   

Sejak tahun 2006, memutuskan untuk menekuni genre romance untuk pembaca dewasa. Seri #jboyfriend yang sudah terbit: Pillow Talk (Jo), Good Fight (Jet), With You (Jere), All You Can Eat (Jandro), Guilty Pleasure (Julien), Come On Over (Jermaine), As Seen On TV (Javi), dan Marry Now, Sorry Later (Jao).

Tahun ini, dia merilis seri kedua yang diberi nama #vimanasingles.

Meet Lame (Janiel & Daniel) dan Tiger on My Bed (Talita Koum Vimana) adalah novelnya yang kelima belas dan keenam belas.

Twitter: @09061983
E-mail: ino_innocent@yahoo.com


Kenapa Meet Lame ini menggunakan sudut pandang orang pertama? Karena setahu saya biasanya bang Crismor itu hampir selalu menggunakan sudut pandang orang ketiga pada ceritanya?
Meet Cute ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Karena terinspirasi dari situ, Abang menyesuaikan sampai ke pilihan sudut pandang juga.

Di buku Meet Lame, ada segmen 7 Fact about Meet Lame dan saya penasaran dengan fakta nomor 7 yaitu bab favorit abang adalah bab 22. Bisa dijelaskan kenapa bab itu yang menjadi favorit?
Klimaks cerita ada di bagian itu. Lagi pula, ketika harus memutuskan untuk memenangkan
salah satu karakter dan menepikan karakter satunya lagi, jujur saja, sebagai penulis, Abang sempat merasa sedih. Rasanya seperti harus menyelamatkan satu dari dua anak Abang sendiri.

Apakah ada kesulitan saat menuliskan dengan sudut pandang orang pertama (mengingat selama ini abang hampir selalu menggunakan sudut pandang orang ketiga)?
Sulitnya lebih karena nggak terbiasa saja. Selain itu, ada beberapa hal mendasar yang harus
disesuaikan dalam proses menulis ketika menulis dengan sudut pandang orang pertama.
Seperti, godaan untuk 'membuka' isi hati dan pikiran lawan bicara. Dalam teknik POV orang
pertama kan yang seperti itu dilarang.

Untuk ke depannya, apakah abang memiliki rencana untuk menuliskan novel dengan sudut pandang orang pertama seperti Meet Lame ini?
Sejauh ini sih belum. We'll see ya.

Apakah bisa memberikan beberapa tips kepada calon penulis yang memiliki minat di genre adult romance?
1. Pede dan Keras Kepala
Sebelum kamu punya pembaca fanatik, rak khusus di toko buku, dan orang-orang mengasosiasikan namamu dengan genre tertentu (meskipun nggak pernah membaca novelmu sama sekali), kamu harus melewati masa-masa terberat di awal karier. Orang-orang--terutama teman dan keluarga terdekatmu--akan meragukan pilihanmu sebagai penulis romance. Di sini rasa percaya diri dan keras kepala punya peranan penting. Tanpa kombinasi keduanya, kamu nggak akan bisa mengubah semua negativitas itu menjadi semangat untuk semakin produktif menulis.

2. Know Your Brand
Sebaiknya dari awal, kamu sudah bisa membayangkan seperti apa pembaca akan mencitrakan dirimu.

3. Tahu Batas Diri
Semua tulisan ada rumahnya masing-masing kok. Dengan terus belajar dan mengevaluasi kemampuan diri, pada akhirnya kamu bisa kok terlihat menonjol di genre pilihanmu itu. Jangan memaksakan diri mencoba genre tertentu hanya karena gosip-gosipnya laris atau sedang tren. Apalagi sampai melanggar nilai-nilai dasarmu sebagai pribadi. Efek buruknya bisa kamu rasakan sekarang atau malah di kemudian hari.


Gimana? Makin penasaran dengan buku Meet Lame seperti apa? Sebelum nanti aku posting review dan giveaway-nya, kira-kira ada yang mau kasih komentar seputar jawaban bang Crismor di atas?

Jangan lupa catat giveaway Meet Lame dari penerbit TWIGORA ini berlangsung di 15 blog dan kesempatan kalian untuk mendapatkan 1 ekslempar novel ini sangat terbuka lebar loh. Di bawah ini daftar blog yang bisa kalian kunjungi untuk mengetahui pertanyaan apa saja yang ditanyakan oleh para blogger lainnya.

15 Desember: Rizky Mirgawati
16 Desember: Afifah Mazaya
17 Desember: Sri Sulistyowati 
18 Desember: Intan Novriza Kamala Sari 
19 Desember: Asri Rahayu MS 
20 Desember: Ariansyah 
21 Desember: Oktabri Erwandra 
22 Desember: Anastasia Cynthia Tanawi 
23 Desember: Aya Murning 
24 Desember: Shen Meileng (you are here)
26 Desember: Nurina Widiani 
27 Desember: April Silalahi 
28 Desember: Eva Sri Rahayu 
29 Desember: Rany Dwi Tanti
30 Desember: Tri Indah Permatasari 

16 komentar:

  1. aaaa interview-nya kakak sangat membangun aku buat enggak takut nulis ((meskipun cuma buat seneng-seneng aja sih)) Tapi makasih banget ya kak <3 ((ceileh lina alay)) eheheh :D

    BalasHapus
  2. Makasih banget buat Bang Ino atas tipsnya. Aku sendiri suka banget baca novel bergenre Adult Romance, dan sebenernya aku pengen banget bisa nulis dengan genre itu. Tapi ya... Itu tadi terhalang rasa PD dan takut. Takut temen-temen saya mandang saya beginilah, begitulah. Tapi pengen nyobain dulu tips dari bang Ino. Siapa tau berhasil. Sukses terus buat bang Ino

    BalasHapus
  3. Tipsnya ajib yee...bisa jadi bahan pertimbangan.

    BalasHapus
  4. Makasih loh buat tipsya bang hihi^^ tips udah ada jadi pengen nulis tapiiii tetep aja ide belum ada-,-

    BalasHapus
  5. Ditiap bukunya bang Ino selalu mengatakan ada bab favoritenya dan bab yang dia sukai kali ini adalah klimaksnya. Aku penasaran, apakah bab ini juga termasuk bab yang susah seperti bab 9 (kalo gak salah) di buku Marry Now Sorry Later ??

    BalasHapus
  6. Wah makasih nih udan nanyain tentang tips jadi penulis jadi nambah pengetahuan hehe
    ngomong-ngomong soal POV, kalo pake sudut pandang orang pertama jadinya terbatas.

    BalasHapus
  7. wawancaranya asik banget kayaknya. dan untuk tips jadi penulis yang pertama tadi, yaitu percaya diri dan keras kepala, keren banget wkwkwk. jujur aja aku belum pernah baca novel karya simamora. jadi penasaran

    BalasHapus
  8. Saya sepakat dengan Bang Crismor, sedih untuk menyelamtkan satu karakter dengan menyisihkan karakter lain. Tapi itu sesuai dengan tips menulis dari Kurt Vennegut, bahwa setidaknya harus satu karakter bisa dijuarakan oleh pembaca. Penulisan dengan POV orang pertama memang sukar, untuk mendeskripsikan apa yang dirasakan tokoh lain jadi mengalami keterbatasan. Saya salut pada Bang Crismor yang sukses dengan 'aku'.

    BalasHapus
  9. Ada yang bilang jadi penulis itu sama seperti menjadi tuhan bagi karakter-karakternya, karena bisa memutuskan takdir seperti apa yang akan dijalani oleh setiap karakter tersebut. Seperti Bang Ino yang menganggap karakternya anak-anaknya dan merasa berat kalau harus pilih kasih :)

    BalasHapus
  10. setuju banget deh sama bang Crismor, emang susah banget kalau harus milih salah satu karakter aja yg diselametin, kadang sampe suka keluar air mata gitu kalau harus membuang satu karakter yg udah dari awal kita bangun.

    BalasHapus
  11. Tipsnya mantep banget bang ino.
    jadi penasaran sama 7 fact about Meet Lame ^^

    BalasHapus
  12. Tips Bang Crismor menambah lagi ilmu dan referensi untuk calon penulis baru, makasih bang. :)
    Makasih juga buat Shen untuk pertanyaan jitunya ;)

    BalasHapus
  13. Jawaban point terakhir nampol maksimal. Kayak yang terhempas tapi tiba-tiba dapet uluran tangan buat bangkit. Wejangan dari penulis-penulis senior emang jadi moodboster tersendiri. Thank you buat sesi wawancara penuh makna ini dan bang Ino yang best selalu lah.

    BalasHapus
  14. Hmmm... kalau dari interview ini, 1 hal tersirat yang kudapat adalah bahwa kita jangan takut untuk berimprovisasi! Dalam hal ini kan Bang CrisMor biasanya menggunakan POV orang ketiga dalam novel-novel sebelumnya, nah kalo ini dia berani berimrovisasi menggunakan POV orang pertama!

    Makasih atas insiprasinya Bang CrisMor dan makasih u/ Shen yang sudah mewawancarai Bang CrisMor...

    BalasHapus
  15. Yang aku suka dari novel bang Ino ini adalah bahasa yang digunakan. Pertama kali baca novel karya bang Ino aku langsung melongo sendiri, kok beda yah bahasa nya dari orang kebanyakan. Tapi lama kelamaan justru ngerasa lebih enak begini. Dan aku pingin bingits novel ini :D

    BalasHapus
  16. Nah, Know My Brand ini yang masih belum bisa aku temuin. Ibarat nyari ciri khas kan bang. Memang nyari ciri khas itu memang gak mudah... Ada gak sih bang, kiat-kiat menemukan branding diri kita...?? :D

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku