Kamis, 24 Desember 2015

[Blog Tour Meet Lame] Meet Lame

Judul: Meet Lame
Pengarang: Christian Simamora
No ISBN: 
978-602-703-624-6
Jumlah Halaman: 301 halaman
Tahun Terbit: November 2015
Rating: 
☆☆
½
Jenis: Paperback
Penerbit: Twigora
Sinopsis:
Dear all.

Saat ini, aku sedang terlibat perasaan dengan dua orang cowok sekaligus.

 JANIEL...
Bahkan sampai detik ini pun, Janiel masih belum ada tanda-tanda ngeh mengenai betapa patah hatinya aku karenanya. Yah, aku memang nggak ada rencana untuk memberi tahu sih—buat apa juga? Memangnya situasi bakal berubah? Memangnya Janiel punya perasaan terpendam juga padaku sehingga pernyataan cintaku itu mendorongnya untuk memutuskan Putri dan memacariku?

 DANIEL...
Di hari perpisahan itu, aku melakukan sesuatu yang percuma juga untuk aku sesali. Daniel Kelvin Vincensius—itu nama panjangnya—mencuri ciuman dan keperawananku pada hari yang sama. Meninggalkan Indonesia beberapa jam kemudian. Membiarkan aku bertanya-tanya tentang arti kebersamaan singkat itu selama bertahun-tahun... sampai akhirnya aku capek sendiri.

 JANIEL atau DANIEL?
Atau lebih baik nggak dua-duanya saja? Aku lagi nggak kepengen bermain-main dengan perasaan dan kebahagiaanku sendiri. Apalagi karena kamu dan aku sama-sama tahu: love hurts, love gives you pain.

 You know what... FUCK LOVE! Maybe this is for the best. Sekian dan terima kasih.
  Tertanda,  AKU YANG LAGI STRES SENDIRI




Aku, cewek hampir berusia kepala tiga, dikatain gembel sama orang tua sendiri dan memiliki bisnis online shop yang menjual pakaian wanita. Aku juga punya pengalaman yang tidak mengenakkan dengan tetanggaku lantaran mencuri ciuman pertamaku dan keperawananku, lalu meninggalkanku ke Singapura beberapa jam kemudian seolah itu hanyalah kejadian tidak ada maknanya. Dan karena itu, aku membencinya. Aku juga mempunyai crush saat jaman SMA dan aku tidak menduga jika dia akan menghubungiku terlebih dahulu lewat personal chat di Facebook.

Janiel, nama lelaki yang menjadi crush aku semasa SMA. Tapi cintaku itu bertepuk sebelah tangan karena aku yakin tidak memenuhi kriteria ideal Janiel. Dan saat bertemu lagi setelah sepuluh tahun tidak tahu kabar satu sama lain, dia bilang mau ngegembel kayak aku untuk membuka distro online karena melihat aku sukses di online shop. What?! 

Tapi bohong sih kalau aku gak senang Janiel jadi baik sama aku dan perhatian gitu. Aku pikir Janiel akhirnya sadar kalau sejak dulu aku suka sama dia dengan ngajakin nonton pas hari Sabtu ... eh tahunya dia ngajakin Putri yang ternyata adalah pacarnya! Rasanya kayak sudah diterbangkan tinggi lalu dihempaskan lagi ke bumi.
Dalam keadaan hati kacau akibat hubungan Janiel dan Putri, tiba-tiba aja Bunda aku kasih kabar kalau Daniel bakalan ada di Indonesia buat ziarah ke makam neneknya. Sebenarnya sih sebodoh banget, kalo aja Bunda aku tidak ngomong kalau lelaki itu bakalan nginap di rumahku karena rumahnya masih dikontrak orang. 

TAPI KAN MASALAHNYA AKU SENDIRIAN DI RUMAH DAN KENAPA HARUS PAKAI ACARA MENGINAP DI RUMAH SEGALA SIH?!

And another stupid thing, aku malah nelpon Janiel untuk nginep di rumahku dan lelaki itu bilang oke. Aku juga mempunyai skenario untuk buat Daniel gak betah di rumah dan Janiel setuju untuk membantuku. Tunggu ... satu perempuan dan dua lelaki yang tidak berhubungan darah berada dalam satu rumah, apa ini bakalan baik-baik saja?


Halo semuanya, kalo tadi pagi saya posting Interview with Christian Simamora, sekarang waktunya saya menuliskan review tentang buku ini. Dan maaf jeda waktunya cukup lama, tadi wifi di rumah bermasalah T.T)

Bdw, untuk review ini saya = pendapat diriku dan aku = tokoh utama novel ini. Kenapa saya menjelaskan ini? Karena novel ini tokoh utama perempuannya no name, jadilah mari kita asumsikan saja rokoh utamanya adalah aku.

Ini adalah buku kedua Christian Simamora yang saya baca setelah sebelumnya baca As Seen On TV. Dan kadar spicy buku ini memang tidak sepanas buku lainnya (meskipun jujur saja pas As Seen On TV juga gak begitu merasa spicy. Mungkin pertanda saya harus beli buku lainnya, wwwww), tapi saya suka dengan sudut pandang yang digunakan. Sudut pandang orang pertama terbatas. Padahal yang biasa kita tahu, bang Ino biasanya pakai sudut pandang orang ketiga dan bukan orang pertama seperti di buku ini. Mana tokoh utamanya no name pula yang jadinya bikin kita serasa yang jadi pemeran utama di novel ini #asik


Untuk tokoh lelakinya sendiri, jujur saja saya gak begitu mendukung siapapun sih. Tapi kalo disuruh milih, I'm choose Dani. Bukan karena brewoknya ya, tapi dia mau berusaha memperbaiki apa yang telah lalu itu menurut saya keren banget. Gak banyak cowok yang saya tahu mau melakukan hal itu (karena biasanya kepentok ego).

Dan untuk slang yang biasanya bakalan kalian temui di novel-novel bang Ino, di sini hampir tidak ada. Jujur saja, saya malah senang dengan hal ini karena menurut saya itu jauh lebih nyaman untuk di baca karena kepala gak mendadak minta berhenti baca untuk mencoba menerka-nerka slang yang tadi dibaca.

Untuk typo sendiri, aku menemukan di halaman 36 yang 'semi-semimenjilat' yang kurang spasi. Harusnya kan 'semi-semi menjilat'. Selain itu, di halaman yang sama saya juga menemukan inkonsisten font yang digunakan. Saya tahu font yang digunakan novel ini adalah calibri, namun saya menemukan ada beberapa kalimat yang menggunakan font Times New Roman dan jujur saya jadi kurang nyaman melihatnya. Apalagi gak hanya di halaman ini aja, masih ada di halaman selanjutnya (saya lupa bookmark halaman mana saja, yang jelas ada lumayan banyak). 

Novel ini masuk kategori dewasa dalam beberapa adegannya, tapi karena masih PG-13 alias kamu gak bakalan menemukan adegan yang bikin kebanyakan kipas-kipas di novel ini. Gak seperti karya bang Ino lainnya.

Rating tiga setengah karena sebenarnya saya rada sebal sama Janiel. Dia bertingkah seperti itu kenapa sih? (gak mau kasih tahu ntar jatuhnya spoiler habis, ahahaha).


Dan seperti kalian tahu, kalau blog tour TWIGORA itu pasti para host bakalan disuruh melakukan suatu tantangan bersama dengan si buku. Dan kali ini adalah berpose seperti di atas, huahahaha (tapi yang ngetik ini pundung karena patner in crime sudah pulang kampung jadinya seadanya aja).

Tolong jangan protes dengan foto yang aala kadarnya, saya hanyalah manusia yang tidak begitu pintar pose di depan kamera U.U


Udahlah, fokus saja ke bukunya okay (fail banget fotonya).

Dan nantikan giveaway-nya ya. Mungkin jam setengah 7 malam nanti aku publish dan doakan wifi di rumah gak bermasalah ya ^^

16 komentar:

  1. seriusan Daniel yang brewokan? Aku kira itu Janiel. Aaaa tambah cinta ((lhaa)) Setelah aku baca sekian banyak review ttg meet lame, Daniel itu ternyata bukan bad boy yang gak tau diri, gak tau diuntung dan gak tau-gak tau lainnya. Dia bad boy sakinah kalik ya? xp

    BalasHapus
  2. Me too, i choose Dani. Dari awal uda jatuh hati sama nih karakter.

    BalasHapus
  3. Wah kalau janiel yang brewokan kok jadi kaya film itu yaaaa?:v daniel dan janiel, cuma beda huruf depan, awalnya aku kira mereke kembar-,-

    BalasHapus
  4. Dasarnya emang suka badboy.. jadi kalo suruh milih, pastilah lebih milih Daniel *plak*
    Btw, fotonya.. nggak parah2 amat kok XD

    BalasHapus
  5. Kayaknya hampir semua pembaca bakal milih Daniel deh ya yang kesannya badboy itu
    Tapi aku lebih penasaran sama tokoh "aku" yang tanpa nama hmmm

    BalasHapus
  6. pemeran utama ceweknya no name? seriosly? yaampun baru nemu novel yang kayak beginian, biasanya aku nemu bacaan yang kayak gitu di fanfiction, jadi beraasa kita yang jadi pemeran utama bareng idola gitu hehe. dan sekarang aku jadi sangat penasaran dengan novel ini. fix. and one thing again, aku kayanya bakal milih daniel deh. soalnya for god shake, dia udah abil milih aku yang paling berhargaa!! #oke abaikan

    BalasHapus
  7. Saya penasaran bagaimana interaksi antar tokoh dengan 'aku', bagaimana mereka memanggil 'aku' dalam dialog, atau menyatakan 'aku' dalam penuturan tokoh kepada tokoh lain. Ini salah satu yang bikin greget!
    Ah, sebagian besar cewek suka cowok badass. Berewok bisa jadi pesona lain lagi. Tapi saya lebih suka kumis tipis, sih, tidak terlalu terpengaruh bagaimana perwujudan dua protagonis cowoknya. Saya lebih berekspetasi pada interaksi mereka berdua dengan 'aku' dan bagaimana 'aku' memandang mereka secara subjektif.

    BalasHapus
  8. Kayaknya pemakaian karakter yang no name ini jadi kejutan tersendiri buat pembaca Bang Ino. Berarti gak ada adegan dimana teman atau keluarganya si "Aku" yang memanggil namanya gitu ya ? Bang Ino pas buat novel ini harus ekstra teliti dong ya memilih adegan atau kaliamt yang gak memerlukan nama karekater utama disebut :D

    BalasHapus
  9. baca reviewnya malah tambah greget pengen baca novelnya si abang yg satu ini, soalnya aku juga belom pernah nih baca novel yg tokoh si orang pertama yg namanya gk disebutin sampe akhir, keren banget deh, salut abissss. sebenernya juga dari awal baca sinopsisnya aku udah kecantol duluan nih sama daniel, ngebayangin si daniel brewokan bikin tambah kepincut deh sama cowok yg satu ini.

    BalasHapus
  10. Danieeel~ si badboy yang brewokan. XD

    BalasHapus
  11. Walaupun belum baca full novel ini, tapi setelah baca beberapa review dari para host blog tour, aku juga milih Daniel :D
    Dia kan udah pernah menikmati madunya, ya sudah seharusnya bertanggung jawab memperbaiki semuanya dan bersifat gentleman, jangan kalah sama brewoknya hahaaa :D

    BalasHapus
  12. Apa cuma saya yang suka Janiel karena efek namanya? Buat dipanggil smooth banget. Oke, honestly dalam kondisi apa pun saya tentu bakalan pilih gentleman. Dan dari review-review yang selama ini saya baca Janiel pun kayaknya kelas brengsek. Tapi belum afdol rasanya kalau cuma baca review sekilas aja. Oke, saya dalam mode penasaran.

    BalasHapus
  13. Setuju sama 'aku'/ Nggak pilih keduanya. Hihih :D :D

    BalasHapus
  14. Yak!!! Selamat karena review ini sudah berhasil bikin aku penasaran pengen baca bukunya! Semoga saja bisa menang Giveawaynya jadi bisa dapet gratis deh! Hohohoho

    BalasHapus
  15. Fotonya keren ka :D
    Review nya juga keren, sukses bikin aku bertanya-tanya gimana sih sebenernya isi bukunya? Siapa yang bakalan dipilih sama aku? Haha penasaran

    BalasHapus
  16. Baru ini liat kak Mei dalam mode full badeee.... :D
    Btw, aku setuju dengan pendapat kakak soal Dani yang berusaha memperbaiki apa yang telah lalu. Itu sebabnya aku juga milih Dani. Dani ini gak kayak Jani yang PHP... ya kan kak... :D *hayati lelah di-PHP-in*

    Terima kasih kak reviewnya... ^^

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku