Jumat, 27 Februari 2015

Style

Ketika kepingan masa lalu menguak kalbu
Judul: Style
Penulis: Baek Young Ok
No ISBN: 9786028811927
Tahun Terbit: Oktober 2012
Jumlah Halaman: 380 halaman
Rating: ☆☆☆ ½
Jenis: paperback
Penerbit: Bentang Pustaka
Sinopsis:
Aku sekarang menyandang status baru. Lee Seo Jung, seorang jurnalis majalah fesyen terkenal di Korea Selatan. Karier impianku benar-benar tercapai. Tetapi kenyataannya, ingin rasanya kuajukan permohonan resign setiap mendengar Kepala Editor, Park Gi Ja, menyuruhku ini-itu dengan kearogansiannya.

Semua jadi makin runyam ketika pekerjaan ini menuntutku bertemu dengan Park Woo Jin. Sosok pria menyebalkan yang meninggalkanku 7 tahun lalu. Sang kolumnis “Doktor Restoran” yang sok misterius.

Seharusnya ini bisa menjadi saatku untuk balas dendam. Tetapi lagi-lagi dia justru makin menyebalkan dengan mempersulit pekerjaan pentingku. Ah ... semoga aku segera terbebas dari neraka ini.


Selasa, 24 Februari 2015

Opini Bareng : Karakter Tokoh Utama

Edited by me. Source here


Sudah bulan Februari dan itu berarti Opini Bareng kali ini bertemakan Karakter Tokoh UtamaPernah gak kalian 'sangat' mencintai ataupun membenci suatu karakter utama? Well, sebenarnya aku ini bukan tipikal orang yang bakalan bisa dibuat senang dengan karakter utama dan lebih sering nyerong ke karakter sampingan. Entah kenapa, kadang karakter utama suatu novel terkadang bisa sangat menjengkelkan bagiku dan semua bacaanku karakter utamanya orang baik. Ada yang bisa merekomendasikan buku yang karakter utamanya adalah seorang villain dan bukan hero or heroine? Kayaknya yang beginian belum ada deh


Selasa, 17 Februari 2015

Remember Dhaka

Ketika cinta datang dengan cara yang tak biasa
Judul: Remember Dhaka
Penulis: Dy Lunaly
No ISBN: 9786029397642
Tahun Terbit: Januari 2013
Rating: ☆☆☆☆ ½
Jenis: Paperback
Penerbit: Bentang Belia
Sinopsis: 

Di antara dunia baruku yang absurd, aku menemukanmu.

Di antara semerawutnya kota ini, kamu datang seperti peri.

Kurasa, kamu jadi alasan terbesarku bisa dan mau bertahan di sini.

Dhaka, tak pernah sekali pun terpikir olehku sebelumnya.

Bersama kamu, aku bisa menemukan diriku.

Karena kamu, kota ini jauh lebih hidup di mataku.

Jadi, tetaplah di sini.

Tetaplah indah seperti peri.