Rabu, 21 September 2016

[Interview] Wonder Fall by Elektra Queen

Jadi dalam rangkaian blog tour Wonder Fall karya Elektra Queen, maka aku telah mewawancarai penulisnya.

Pasti diantara kalian ada yang bertanya-tanya tentang penulis yang menjadi juara 1 lomba Sweet & Spicy Romance tahun lalu bukan? Ayo simak pertanyaan di bawah ini dan siapa tahu menjawab rasa penasaran kalian tentang Elektra Queen.




Kenapa kepikiran memberikan judul Wonder Fall? Karena jujur saja, setiap baca judul novel ini jadi suka typo baca Wonderwall

Naskah aslinya memang berjudul Wonderwall, karena kesukaan saya pada lagu berjudul sama dari band Oasis. Menjelang terbit, Abang memberi ide untuk "bermain-main" dengan kata "Wonderful". Disarankan untuk mengubah judul menjadi Wonder Fall. Saya langsung setuju karena judulnya menjadi unik.


Amilie di sini digambarkan sebagai single mom dan menurutku itu jarang dieksplor oleh penulis. Apakah saat penulisan ada kesulitan untuk membuat tokoh Amilie ini?

Saat menulis tentang Amelie, tidak ada kesulitan berarti. Karena memang sudah lama saya ingin menulis kisah tentang ibu tunggal tapi baru terwujud sekarang. Jadi, ketika mengerjakan Wonder Fall, saya sungguh bersenang-senang.


Kan Elektra Queen adalah pemenang pertama lomba Sweet and Spicy Romance. Kalau boleh tahu berapa lama penulisan novel ini? Apakah juga ada kesulitan dalam penulisan novel ini?

Novel Wonder Fall ini saya tulis sekitar sebulan, diendapkan selama hampir dua bulan. Tidak ada kesulitan berarti dalam prosesnya. Bisa dibilang, nyaman sekali saat mengerjakan proyek ini. Kalaupun dianggap sebagai tantangan, saat harus menggambarkan kehidupan Amelie yang hanya hidup berdua dengan Elsa. Saya harus mampu menerjemahkan sulitnya menjadi orang tua tunggal yang harus bekerja kantoran sekaligus mengurus anak balita.


Di novel aku menemukan typo tentang nama Zac yang harusnya Zachary Barata jadi Zachary Bastian. Apakah sebenernya penulis ingin menggunakan nama keluarga Bastian namun di detik terakhir diubah menjadi Barata?

Kesalahan nama adalah murni typo, kelalaian saya karena tidak mengecek dengan detail. Dari awal, nama belakang Zach memang Barata.


Apa pesan penulis untuk para pembaca yang akan membaca Wonder Fall maupun yang sudah membaca Wonder Fall?

Pesan saya yang ingin disampaikan lewat Wonder Fall, perempuan itu tangguh. Saya juga berusaha memberikan tema yang mungkin belum terlalu banyak disentuh, tentang kesempatan kedua untuk perempuan yang sudah pernah menikah. Saya juga ingin bilang, cinta itu bisa menyapa dengan cara misterius, mustahil bisa diprediksi. Satu lagi, Tuhan memang tidak pernah memberi cobaan yang tidak bisa dihadapi manusia. Di akhirnya, kebahagiaan bisa mengganti semua kepahitan yang harus dilalui sebelumnya.



Itulah beberapa pertanyaan yang aku ajukan pada saat wawancara. Penasaran dengan review Wonder Fall karya Elektra Queen? Stay tune di blog ini ya :))


17 komentar:

  1. Hebat ya, kak Elektra Quenn cuma sebulan kelar proses nulis. Memang kalo kerja dengan hati gitu ya kak dikasih kemudahan dalam proyek Wonder Fall ini,salut banget👍

    BalasHapus
  2. Sebagai orang yang cukup paham dengan kehidupan single mom, aku bisa menangkap ketangguhan perempuan yang ingin disampaikan Mbak Elektra Queen. Kakakku pernah menjadi single mom hampir 5 tahun sejak putri kecilnya berumur 1,5 tahun dan alhamdulillah berhasil mendapatkan kesempatan kedua dan berbahagia sekarang. Semoga kisah Amelie juga happy end.

    BalasHapus
  3. judulnya emg menarik dan unik, ternyata gitu ceritanya. hmmmm

    BalasHapus
  4. Sebenernya aku penasaran sama ka Elektra ini. Udah tertarik sejak pertama pemilihan cover yang aku ikuti di twitter, tapi saat itu aku berpikir jika novel ini adalah terjemahan dilihat dari judul dan nama penulisnya sendiri. Baru tau novel ini karya penulis lokal setelah dapet info kalo ini merupakan naskah juara pertama yang diadakan twigora. Tapi begitu cari-cari medsos penulisnya ga nemu. Jadi pas ada interview-nya rasanya seneng banget, karena bisa mengurangi rasa penasaranku yang sudah ada sejak jauh-jauh hari.

    Keren ya ka bisa jadi juara pertama, boleh tau tips nya nih ka? :) :)

    BalasHapus
  5. Saya setuju kalau perempuan itu tangguh dan bagi mereka yang gagal pernikahannya mungkin bisa nyomot kata2 penulisnya untuk tidak takut memberikan kesempatan dan cinta itu bisa menyapa dengan cara misterius, mustahil bisa diprediksi. Syuka semakin ingin punya buku ini ^^

    BalasHapus
  6. Aku juga setuju dengan pendapat author tentang perempuan itu tangguh. Aku rasa perempuan adalah makhluk paling tangguh di dunia. Dia bisa menjadi Ibu sekaligus ayah saat keadaan harus memaksanya menjadi single parents.
    Penasaran dengan perjuangan Amelie di novel ini.

    BalasHapus
  7. Wah hanya ditulis satu bulan, kakoi. Jadi penasaran bagaimana Kak Elektra membagi waktu antara menyelesaian naskah dan kehidupan dunyat-nya. Padahal butuh riset juga. Ah, makin penasaran.

    BalasHapus
  8. Setuju banget sih mengenai perempuan untuk mendapatkan kesempatan kedua. Tidak ada manusia di dunia yang suka kesepian. Jadi, buat saya sendiri, menyaksikan kenyataan perempuan beranak satu masih layak kok mendapatkan cinta untuk kedua kalinya. :) Dukung Amelie lah!

    BalasHapus
  9. Sebenernya saya penasaran ke Kak Elektra Queen-nya. Tapi, ya sudahlah yang penting kan karyanya tapi kan orangnya juga penting. Lah, begitulah adanya. Intinya, menjadi juara tentu karena spesial dan tema yang diangkat di sini membuktikan seberapa spesialnya buku ini. Saya pribadi kayaknya jarang baca soal 'single mother' gini. Jelas harus dicoba sih.

    BalasHapus
  10. Setuju banget sama Author Elektra Queen, kalau Perempuan itu Tangguh dan Tuhan memang tidak pernah memberi cobaan yang tidak bisa dihadapi manusia, tuhan memang selalu memberi cobaan sesuai kemampuan manusia itu menghadapi cobaannya. Dan tentang Wonder Fall ceritanya menarik, menceritakan tentang Amilie yang single mom membuat Wonder Fall beda karena memang cerita seperti ini jarang dituangkan oleh penulis kedalam bentuk fisik.

    BalasHapus
  11. Nulis novel sebulan itu nggak mudah sih sebenernya menurutku. Karena aku pernah dan hampir setiap hari kepalaku diisi deadline dan desakan desakan ide yg kadang nggak masuk akal. Kalau kak Elektra Queen bs mengerjakan novel ini dlm waktu satu bulan dan dianggap itu bersenang-senang tanpa kesulitan, maka kakak keren sekali.

    BalasHapus
  12. Okay, kebingunganku sebelumnya tentang nama panjang Zach akhirnya tercerahkan melalui wawancara di sini. Jadi namanya memang pake nama Zachary toh... :D
    Tapi aku malah merasa nama ini perpaduan antara maskukin dan feminin, seperti penggabungan dari nama Zahra dan Fachry. Eh jangan-jangan cuma aku yang merasa kayak gitu? Hihihi...

    BalasHapus
  13. Sepakat! Perempuan itu memang tangguh. Mahluk yang kuat buat jadi single fighter (as mom), jago multi-tasking, jago menyembunyikan perasaan juga *eh* Seorang janda memang masih mendapat cap negatif di masyarakat. Semuanya dipandang secara luas, padahal nggak semua memiliki citra buruk seperti itu. Semoga para pembaca memahami dan mengerti bagaimana rasanya jadi Amelie.

    BalasHapus
  14. Saya setuju dengan kalimat "cinta itu bisa menyapa dengan cara misterius, mustahil bisa diprediksi". Maka dari itu saya pun tidak memimpikan saya ingin bertemu jodoh saya di mana, kapan, yang seperti apa, atau bahkan dengan cara apa. Biarlah Tuhan yang bekerja untuk hal itu. Hehe.

    BalasHapus
  15. Wah kisah hidup seorang wanita single mother, pasti menyentuh banget kisahnya. Bertahan dalam opini tak menyenangkan orang-orang! GOOd interview kak^^

    BalasHapus
  16. Pas ditanya brpa lama nulisnya, aku mikir lama smpe setahun. Gak taunnya cuma sebulan. Keren bnget sumpah. Dan aku setuju bnget sama kak Elektra "Perempuan itu Tangguh". Dan sosok Amelie sudah membuktikan itu. Dan akupun ingin menjdi saksi perjuangan hidup dan kisah cintanya. Interviewnya bagus kak😊

    BalasHapus
  17. Dari interviewnya jadi penasaran. Kaya gimana keseluruhan ceritanya ya ? Hehe.
    Kalo aku baca sekilas judulnya jadi "wanderfall"

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku